Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

HUMASPRO
image

HUMAS PRO PASER

054324123


Jl.Noto Sunardi No.1 Tana Paser Kab.Paser Kalimantan Timur
Kategori
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
Arsip

Jam

Display
Slogan

dr., Dr. atau DR.?

dr.,   Dr. atau DR.?

 

Ada pemandangan yang menarik ketika kita memperhatikan plang (papan) nama dokter yang terpasang di depan tempat praktik mereka. Sebagian di antaranya menuliskan singkatan ‘Dokter’ dengan ‘Dr. ’ (huruf D kapital), namun ada juga yang menuliskannya dengan ‘dr.  (huruf d kecil). Hal ini menjadi menarik, karena ada terminologi lain yang juga menggunakan singkatan serupa, yakni gelar Doktor, yang sebagian orang menuliskan dengan ‘DR. ’ (huruf D dan R kapital), namun yang lain menuliskan dengan ‘Dr. ’ (huruf D kapital), yang sama dengan penulisan singkatan ‘dokter’ yang pertama.

Kontroversi ini kemudian melebar, karena adanya protes dari kalangan guru Bahasa Indonesia yang mengaku bingung dengan fenomena ini. Di sisi lain mereka dituntut untuk mengajarkan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, sementara mereka harus berhadapan dengan kenyataan tentang perbedaan oleh para dokter tadi. Di dalam buku-buku teks yang mereka ajarkan, tertulis jelas bahwa singkatan untuk dokter adalah ‘dr.’ (huruf d kecil), sementara  untuk Doktor menggunakan ‘Dr. ’ (huruf D kapital).

Agar tidak menjadi polemik yang berkepanjangan, harus ada kesepahaman antara semua pihak, terutama bagi yang berkepentingan langsung dengan penggunaan ketiga singkatan. Oleh karena itu, ada baiknya dicari tahu sumber-sumber yang benar-benar valid dan bisa dipercaya serta tidak menyesatkan. Salah satu pedoman utama yang harus dilihat adalah Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), sebagai dasar penggunaan Bahasa Indonesia yang baku, baik dan benar.

Dalam berbagai buku EYD versi apapun, tidak ada perbedaan penulisan singkatan Dokter (S1) dan Doktor (S3). Sangat jelas bahwa singkatan untuk Dokter adalah ‘dr.’ (huruf d kecil) dan singkatan untuk Doktor adalah ‘Dr.’ (huruf D kapital).

Sementara itu dalam buku-buku Bahasa Indonesia terdapat perbedaan. Seperti halnya kamus Bahasa Indonesia, yang menuliskan singkatan untuk Dokter dan Doktor dengan cara yang beragam. Satu di antara beberapa kamus yang konsisten dengan penulisan singkatan sesuai EYD adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) cetakan Balai Pustaka. Kebenarannya pun tidak diragukan, karena di halaman depan KBBI itu, terdapat puluhan nama Guru Besar Bahasa Indonesia yang pernah malang melintang mengajar di ratusan perguruan tinggi dalam dan luar negeri serta di lembaga penelitian Bahasa Indonesia.

Hal senada bisa ditemukan dalam berbagai literatur resmi Bahasa Indonesia. Salah satunya adalah buku Tanya Jawab EYD untuk Umum, (Mustakim, 1992) Gramedia Jakarta. Pada halaman 120 bagian 5.1.5 dengan judul Bagaimanakah cara membedakan singkatan Doktor dan Dokter?, Mustakim mengakui adanya variasi penulisan singkatan akademik untuk kedua gelar. Namun dia menegaskan bahwa penulisan singkatan yang benar atau sesuai dengan kaidah adalah ‘Dr .’ (huruf D kapital) untuk Doktor dan ‘dr .’ (huruf d kecil) untuk Dokter. Dengan demikian, menurut Mustakim, jika pemakai bahasa telah menggunakan singkatan itu secara konsisten sesuai dengan kaidah, maka tentu dengan mudah dapat membedakan bentuk lengkap dari singkatan tersebut.

Ada dua contoh yang bisa memberikan perbedaan secara konkrit terhadap penggunaan ‘Dr.’ dan ‘dr.’ , yaitu (1) Tadi malam Dr. Amin Rais tampil di sebuah acara televisi, dan (2) Hari ini kami menemui dr. Ika di ruang prakteknya. Singkatan ‘Dr .’ pada kalimat (1) digunakan untuk menyatakan Doktor, yaitu gelar akademik yang diperoleh setelah seseorang menyelesaikan pendidikan strata tiga (S3), sedangkan ‘dr .’ pada kalimat (2) digunakan untuk menyatakan gelar dokter, yaitu gelar akademik yang diperoleh setelah seseorang menyelesaikan pendidikan strata satu (S1). Selanjutnya dijelaskan bahwa apabila suatu kalimat dimulai dengan nama sang Dokter, maka hendaknya kalimat itu ditulis (3) Dokter Ika menjamu kami di rumahnya. Kalimat tentu ini berbeda dengan (4) Dr. Amin Rais menjadi narasumber pada sebuah acara dialog.

Adapun penggunaan ‘DR.’ (huruf D dan R kapital) digunakan juga sebagai singkatan untuk Doktor, apabila nama yang bersangkutan ditulis dengan menggunakan huruf kapital semua. Contohnya, DR. AMIN RAIS .

Kesimpulannya, singkatan ‘dr.’ digunakan untuk gelar Dokter, yaitu gelar kesarjanaan Strata Satu setelah lulus dalam penulisan Skripsi, ditambah dengan Co-Assistant yang biasa disingkat Co-Ass atau Dokter Muda yang biasanya dua tahun. Kemudian singkatan ‘Dr.’ dan ‘DR.’ digunakan untuk gelar Doktor, yaitu kesarjanaan Strata Tiga yang diperoleh setelah menulis Disertasi dan mempertanggungjawabkannya di hadapan majelis penguji serta dinyatakan lulus.

Dengan adanya kejelasan dari tiga singkatan gelar akademik tersebut, tanpa bermaksud mengabaikan perbedaan yang tertulis di kamus-kamus, buku-buku dan artikel di media massa, elektronik, dan website-website, sebaiknya kita menyamakan persepsi ke arah yang sesuai dengan kaidah yang benar. EYD adalah sumber tata bahasa Indonesia yang benar, oleh karena itu marilah kita menggunakannya sebegai referensi utama dalam menggunakan istilah Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

Tentu tidak mudah menghilangkan kontroversi dan polemik yang sudah berurat dan berakan dalam kehidupan bermasyarakat. Paling tidak setip individu memahami dan mau merubah diri sendiri serta mau belajar, sehingga bisa memiliki karakter yang kuat dan pengetahuan yang cukup untuk mengajarkannya kepada orang lain. Selain itu lembaga-lembaga yang berkompeten seperti Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Kesehatan, dan Lembaga Bahasa sebaiknya turun tangan langsung untuk melakukan sosialisasi.

Dari Departemen Kesehatan, tentu harus dimulai dari kerendahan hati Menteri Kesehatan yang mengasuh majalah Dokter Kita untuk mengubah singkatan Dokter yang ditulisnya secara konsisten dengan ’Dr.’ menjadi ‘dr.’ yang kemudian diikuti oleh institusi-institusi di bawahnya seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan terakhir oleh para Dokter. Dengan demikian, tidak akan ada lagi kebingungan tentang penggunaan singkatan-singkatan tersebut.

Mari kita membiasakan diri mengunakan Bahasa Indonesia yang benar dalam kehidupan sehari-hari. Wallahu alam.

Mon, 11 Jan 2010 @12:24


1 Komentar
image

Wed, 3 Oct 2012 @06:14

Ida

Sebenarnya memang awalnya seperti itu tapi EYD pernah mengubah dengan gelar dr (untuk dokter) menjadi Dr dan gelar Dr (untuk doktor) menjadi DR, tapi saya lupa tahun berapa. Saya juga pernah bertemu pakar bahasa yang juga menyampaikan masalah itu. Sebenarnya kami dari para dokterpun bingung pakai yang mana (ada yang konsisten dengan cara lama tapi ada yang mengikuti cara baru). Jadi bukan masalah legowo atau tidak, tapi semestinya dari pihak yang berwenang mengeluarkan EYD itulah yang menyelesaikan masalah. Terima kasih


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 7+9+0

Copyright © 2018 Jimi paser · All Rights Reserved