Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

HUMASPRO
image

HUMAS PRO PASER

054324123


Jl.Noto Sunardi No.1 Tana Paser Kab.Paser Kalimantan Timur
Kategori
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
Arsip

Jam

Display
Slogan

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2013

image

Akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan, badan hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan misi organisasi kepada pihak-pihak yang berwenang menerima pelaporan akuntabilitas/pemberi amanah. Pemerintah Kabupaten Paser  selaku pengemban amanah masyarakat,melaksanakan kewajiban berakuntalitas melalui penyajian Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Paser yang dibuat sesuai ketentuan yang diamanatkan dalam Inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Keputusan Kepala LAN Nomor 239/IX/618/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah; dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Penyusunan Penetapan Kinerja dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

 

      Laporan tersebut memberikan gambaran penilaian tingkat pencapaian kinerja masing-masing  sasaran strategis yang ditetapkan dalam dokumen RPJMD Tahun 2011-2015 maupun RKPD Tahun 2013. Sesuai dengan ketentuan tersebut, pengukuran kinerja digunakan untuk menggambarkan dan menilai keberhasilan serta kegagalan  pencapaian tujuan dan sasaran sesuai dengan program dan kegiatan  yang ditetapkan untuk mewujudkan Visi dan Misi Kabupaten Paser.

a.   Pengukuran Kinerja

 

      Pengukuran kinerja dilaksanakan sesuai dengan Keputusan Kepala LAN Nomor 239/IX/618/2004 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah; dan Peraturan Menteri pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Predikat nilai capaian kinerjanya dikelompokkan dalam skala pengukuran ordinal sebagai berikut :

 

v           85 s/d 100  

: Sangat Berhasil

v           70 s/d <85 

: Berhasil

v           55 s/d < 70 

: Cukup Berhasil

v           0 s/d< 55

: Kurang Berhasil

 

Penetapan angka capaian kinerja terhadap hasil prosentase capaian indikator kinerja sasaran yang mencapai lebih dari 100% termasuk pada angka capaian kinerja sebesar 100. Angka capaian kinerja terhadap hasil prosentase capaian indikator kinerja sasaran yang mencapai kurang dari 0% termasuk pada angka capaian kinerja sebesar 0. Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi kinerja dilakukan analisis pencapaian kinerja untuk memberikan informasi yang lebih transparan mengenai sebab-sebab tercapai atau tidak tercapainya kinerja yang diharapkan

 

b.  Indikator Kinerja Utama

 

Dalam rangka mengukur dan peningkatan kinerja serta lebih meningkatnya akuntabilitas kinerja pemerintah, maka setiap instansi pemerintah perlu menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU). Untuk itu pertama kali yang perlu dilakukan instansi pemerintah adalah menentukan apa yang menjadi kinerja utama dari instansi pemerintah yang bersangkutan. Dengan demikian kinerja utama terkandung dalam tujuan dan sasaran strategis instansi pemerintah, sehingga IKU adalah merupakan ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis instansi pemerintah. Dengan kata lain IKU digunakan sebagai ukuran keberhasilan dari instansi pemerintah yang bersangkutan.

      Hasil pengukuran atas indikator kinerja Pemerintah Kabupaten PaserTahun 2013 termasuk Indikator Kinerja Utama (IKU) menunjukan hasil sebagai berikut:

 

Tabel 14

Indikator Kinerja, Target, Realisasi

 dan Capaian Tahun 2013

 

v  Sasaran 1 :      Pembangunan Pertanian Terpadu

No

Indikator Kinerja

Target

Realisasi

Capaian  (%)

1.

Peningkatan jumlah hasil produksi pertanian dan perkebunan :

a.    Produksi padi

b.    Produksi Kelapa Sawit

c.    Produksi Karet

 

 

444.650

10.000.000

97.000

 

 

410.980

10.433.178

105.855

 

 

92

104

109

2.

Peningkatan jumlah hasil peternakan :

a.    Sapi

b.    Kambing

c.    Itik

 

 

1.539

576

1.600

 

 

8

25

3.500

 

 

0,5

4

219

3.

Peningkatan jumlah hasil perikanan

26.382

19.789

75

4.

Meningkatnya kemampuan nelayan terhadap pemanfaatan sarana dan prasarana perikanan tangkap

 

161

 

107

 

67

5.

Tersedianya  lembaga penyedia benih  unggul (BBU,BBP,UPR, dll)

17

20

118

6.

Meningkatnya kawasan perikanan budidaya terhadap pemanfaatan sarana dan prasarana perikanan budidaya

 

23.832

 

13.932

 

59

7.

Meningkatnya akses dan kemampuan petani terhadap pemanfaatan teknologi produksi pertanian

 

600

 

379

 

63

8.

Tersedianya bibit unggul tanaman padi dan palawija serta bibit unggul tanaman di setiap sentra produksi pertanian

 

125

 

11

 

9

9.

Tersedianya bibit unggul ternak di setiap sentra produksi peternakan

1.000

50

5

10.

Meningkatnya produksi dan produktivitas hasil perikanan budidaya

a.   Volume produksi perikanan budidaya (ton)

b.   Produktivitas budidaya air tawar (ton/ha/th)

c.   Produktivitas budidaya air payau (ton/ha/th)

d.  Produktivitas budidaya laut (ton/ha/th)

 

 

 

16.131

 

0,63

 

0,66

 

9

 

 

 

9.919

 

0,47

 

0,38

 

1,2

 

 

 

62

 

75

 

58

 

13

11.

Meningkatnya produktivitas perikanan tangkap dan kesejahteraan nelayan

a.   Jumlah produksi perikanan tangkap (ton)

b.   Jumlah pendapatan kotor nelayan (Rp 000/nelayan/th)

 

 

10.251

 

72.553

 

 

9.869

 

99.727

 

 

96

 

138

12.

Meningkatnya produksi peternakan per tahun

a.   Produksi daging (ton/th)

b.   Produksi telur (ton/th)

 

 

10

5

 

 

10

5

 

 

100

100

13.

Jumlah kelompok usaha mikro di kawasan pesisir yang bankable

20

20

100

 

v   Sasaran 2 :    Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah

No

Indikator Kinerja

Target

Realisasi

Capaian (%)

1.

Persentase UMKM tangguh dan UMKM mandiri

50%

35%

70

2.

Persentase UKM yang menggunakan teknologi tepat guna

30%

18%

60

3.

Peningkatan penyerapan tenaga kerja pada Usaha Kecil menengah dan Usaha Mikro (tenaga kerja)

30%

13%

43

4.

Meningkatnya kemampuan pelaku Usaha Kecil Menengah dan Mikro dalam pengembangan hasil produk

25%

24%

96

5.

Persentase peningkatan omset Usaha Mikro dan Kecil Menengah

100%

100%

100

 

v  Sasaran 3 :     Pengembangan Industri Kecil

No

Indikator Kinerja

Target

Realisasi

Capaian  (%)

1.

Pertumbuhan industri

100%

100%

100

2.

Peningkatan nilai ekspor

 

1.436.685.428,75

 

3.

Persentase Kerjasama IKM dengan Swasta

20%

20%

100

4.

Pengembangan Sentra Inovasi/Industri Teknologi

10 IKM

10 IKM

100

5.

Persentase IKM yang memanfaatkan sumber daya alam

20%

20%

100

6.

Persentase terbinanya kemampuan teknologi industri

10%

10%

100

7.

Persentase tersedianya sarana prasarana klaster industri

20%

20%

100

 

Sasaran 5   Terpenuhinya Pelayanan Kesehatan yang Bermutu

No

Indikator Kinerja

Target

Realisasi

Capaian (%)

1.

Menurunnya Angka Kematian Ibu (AKI)

118/100.000 lahir hidup

251,6/100.000 lahir hidup

-13

2.

Menurunnya Angka Kematian Bayi (AKB)

24/1000 lahir hidup

1,5/1000 lahir hidup

194

3.

MenurunnyaAngkaKematianBalita (AKABA)

30/1000 lahir hidup

0,8/1000 lahir hidup

197

4.

CakupanBalitaGiziBuruk yang mendapatperawatan

100%

100%

100

5.

CakupanDesa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI)

100%

61%

61

6.

Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit TBC BTA

88%

45%

 

51

7.

Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit DBD

100%

100%

100

8.

Cakupan kunjungan bayi

90%

75%

83

9

Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani

80%

47%

59

10.

Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan (PN)

90%

83%

92

 

v  Sasaran 6 :     Meningkatnya Pelayanan Pendidikan Dasar yang Bermutu dan Merata

No

Indikator Kinerja

Target

Realisasi

Capaian (%)

1.

Rasio Guru terhadap Murid SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK

24%

8%

33

2.

Persentase kelulusan SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK

100%

93%

93

3.

APK Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

100%

73%

73

4.

Penduduk yang berusia >15 tahun melek huruf (tidak buta aksara)

100%

85%

85

5.

Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI/Paket A

100%

91%

91

6.

Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs/Paket B

100%

75%

75

7.

Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/SMK/MA/Paket C

100%

62%

62

8.

Angka Putus Sekolah (APS) SD/MI

100%

0,09%

0,09

9.

Angka Putus Sekolah (APS) SMP/MTs

100%

0,30%

0,3

10.

Angka Putus Sekolah (APS) SMA/SMK/MA

100%

1,43%

1,43

11.

Angka Kelulusan (AL) SD/MI

100%

97%

97

12.

Angka Kelulusan (AL) SMP/MTs

100%

117%

117

13.

Angka Kelulusan (AL) SMA/SMK/MA

100%

84%

84

14.

Angka Melanjutkan (AM) dari SD/MI ke SMP/MTs

100%

106%

106

15.

Angka Melanjutkan (AM) dari SMP/MTs ke SMA/MA/SMK

100%

171%

171

16.

Guru yang memenuhi kualifikasi S1/D-IV

100%

65%

65

 

v  Sasaran 7 : Tersedianya Pusat-pusat Latihan Keterampilan

No

Indikator Kinerja

Target

Realisasi

Capaian  (%)

1.

Jumlah pusat-pusat latihan keterampilan yang tersedia

1

1

100

 

v  Sasaran 8 : Terbangunnya Sistem Perlindungan Sosial

No

Indikator Kinerja

Target

Realisasi

Capaian  (%)

1.

Persentase kepemilikan KTP

100%

71%

71

2.

Kepemilikan Akta Kelahiran per 1000 penduduk

100%

34%

34

3.

Persentase penurunan kawasan kumuh

10%

12,34%

77

4.

Persentase Rumah Tangga bersanitasi

100%

90,6%

91

5.

Persentase Rumah Tangga pengguna Air Bersih

100%

21%

21

6.

Persentase Rumah Layak Huni

100%

94%

94

7.

PMKS yang memperoleh bantuan sosial

100%

75%

75

8.

Sarana sosial seperti Panti Asuhan, Panti Jompo dan Panti Rehabilitasi

21

21

100

9.

Jumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS)

159

153

96

10.

Jumlah sarana dan prasarana pemakaman

6

6

100

11.

Jumlah kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan yang terjadi

20

17

115

 

v  Sasaran 9 :     Meningkatnya Kesejahteraan Keluarga

No

Indikator Kinerja

Target

Realisasi

Capaian  (%)

1.

Prevalensi peserta KB aktif

100%

70%

70

2.

Rasio petugas lapangan KB/penyuluh KB (PLKB/PKB) di setiap desa/kelurahan (LPPD)

1 : 2

1 : 36

6

3.

Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I

14.301

38.067

266

4.

PKK aktif (LPPD)

100%

100%

100

5.

Posyandu aktif (LPPD)

100%

100%

100

 

 

v  Sasaran 10  :  Tertanamnya Nilai-nilai Budaya Yang Sanggup

Mengantarkan Setiap Warga Masyarakat Kabupaten Paser

Memasuki Dunia Modern dan Era Globalisasi

No

Indikator Kinerja

Target

Realisasi

Capaian (%)

1.

Penurunan angka gangguan keamanan dan ketertiban

100%

114,41%

114

2.

Pengadaan, pembinaan pelaksanaan Cadum Linmas

2.028

2.028

100

3.

Rasio aparat trantib terhadap jumlah penduduk

100%

0,05%

0,05

4.

Jumlah fasilitas Seni dan Budaya

2

3

150

5.

Penyelenggaraan Festival Seni dan Budaya

2

2

100

6.

Benda, Situs dan Kawasan Cagar Budaya yang dilestarikan

4

4

100

 

v  Sasaran 11 : Terjaganya Kawasan Konservasi sehingga Kawasan

 tersebut dapat berperan dan berfungsi dalam meningkatkan kesejah-

teraan masyarakat

No

Indikator Kinerja

Target

Realisasi

Capaian  (%)

1.

Penurunan jumlah kasus pencemaran lingkungan

4

5

80

2.

Pemenuhan baku mutu air sungai, limbah industri, limbah rumah sakit

 

18

 

18

 

100

3.

Pemenuhan baku mutu udara lokasi padat Lalu Lintas, Cerebong Industri

 

8

 

8

 

100

4.

Persentase perusahaan yang memiliki Dokumen AMDAL

5

4

80

5.

Persentase perusahaan yang menggunakan IPAL

20

18

90

6.

Ruang Terbuka Hijau per satuan luas wilayah ber HPL/HGB

100%

0,04%

0,04

 

v  Sasaran 12 : Meningkatkan Peran Ekonomi Kerakyatan

No

Indikator Kinerja

Target

Realisasi

Capaian  (%)

1.

Persentase pemberian Pupuk Bersubsidi kepada Petani

100%

97%

97

2.

Jumlah pedagang yang tertampung di pasar

3.835

3.942

103

 

v  Sasaran 13 : Terbukanya Wilayah yang Terbelakang, Terpencil dan

Daerah Pedalaman dan Berkurangnya Kesenjangan Pembangunan

Antar Kawasan (Pedalaman dan Pantai)

No

Indikator Kinerja

Target

Realisasi

Capaian  (%)

1.

Meningkatnya persentase jalan desa dengan kondisi baik

100%

100%

100

2.

Meningkatnya persentase jembatan kondisi baik dan sedang

 

100%

 

100%

 

100

3.

Persentase bertambahnya jaringan jalan yang mampu melayani hingga ke wilayah perdesaan

 

100%

 

100%

 

100

4.

Bertambahnya jangkauan jaringan pelayanan hingga ke wilayah perdesaan (pengembangan TIK di perdesaan)

 

8

 

4

 

50

5.

Meningkatnya kinerja angkutan umum (awak dan non awak)

850.000

889.416

105

6.

Berkembangnya angkutan perdesaan

119

119

100

 

Dari uraian tabel indikator kinerja di atas tergambarkan bahwa dari 94 indikator kinerja tersebut, secara umum berhasil dicapai sebanyak39 indikator kinerja sesuai target yang telah ditetapkan pada awal tahun. Sebanyak 17indikator kinerja diantaranya melebihi target yang telah ditetapkan. Dari 94 indikator kinerja tersebut, 69 di antaranya adalah Indikator Kinerja Utama (IKU). Bila dibandingkan dengan jumlah keseluruhan IKU yaitu 108, maka pencapaian IKU di tahun 2013 adalah 64%.

Berdasarkan pencapaian masing-masing sasaran sebagaimana di atas, dapat dilakukan rekapitulasi atas pencapaian sasaran strategis Sekretariat Daerah Kabupaten Paser tahun 2013sebagaimana tabel berikut :

 

Tabel 15

Nilai Capaian Sasaran

Pemerintah Kabupaten Paser Tahun 2013

 

NO

S A S A R A N

NILAI CAPAIAN

1.

Pembangunan Pertanian Terpadu

73

2.

Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah

74

3.

Pengembangan Industri Kecil

100

4.

Peningkatan Peran Koperasi dan Peningkatan Keterampilan Masyarakat

57

5.

Terpenuhinya Pelayanan Kesehatan yang Bermutu

92

6.

Meningkatnya Pelayanan Pendidikan Dasar yang Bermutu dan Merata

109

7.

Tersedianya Pusat-pusat Latihan Keterampilan

100

8.

Terbangunnya Sistem Perlindungan Sosial

80

9.

Meningkatnya Kesejahteraan Keluarga

108

10.

Tertanamnya Nilai-nilai Budaya yang Sanggup Mengantarkan Setiap Warga Masyarakat Kabupaten Paser Memasuki Dunia Modern dan Era Globalisasi

89

11.

Terjaganya Kawasan Konservasi sehingga Kawasan Tersebut dapat Berperan dan Berfungsi dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

74

12.

Meningkatkan Peran Ekonomi Kerakyatan

100

13.

Terbukanya Wilayah yang Terbelakang, Terpencil dan Daerah Pedalaman dan Berkurangnya Kesenjangan Pembangunan Antar Kawasan (Pedalaman dan Pantai)

93

 

NILAI CAPAIAN KINERJA SASARAN (RATA-RATA SEDERHANA)

88

 

 Berdasarkan data tersebut diatas, dari 13 sasaran yang diukur kinerjanya pada tahun 2013 mempunyai total indikator kinerja sasaran sebanyak 94 buah indikator. Total jumlah nilai capaian kinerja sasaran, diketahui jumlahnya adalah 1.141%. Kalau diambil rata-rata dengan cara membagi total jumlah capaian kinerja tersebut dengan seluruh sasaran yang ada maka akan diperoleh rata-rata Nilai Capaian Kinerja Tahun 2013 sebesar 88%dengan Kategori  : SangatBerhasil

 

C. Analisis dan Evaluasi Kinerja

 

 

 

     

Jika dibandingkan terhadap realisasi per indikator kinerja pada tahun sebelumnya yakni tahun 2012, sebagaimana digambarkan pada tabel berikut ini :

Tabel 16

Perbandingan Capaian Kinerja Tahun

2012 dan 2013

 

v  Sasaran 1 :     Pembangunan Pertanian Terpadu

No

Indikator Kinerja

Realisasi 2012

Target 2013

Realisasi 2013

Capaian 2013 (%)

1.

Peningkatan jumlah hasil produksi pertanian dan perkebunan :

d.    Produksi padi

e.    Produksi Kelapa Sawit

f.    Produksi Karet

 

 

370.440

10.045.456

102.724

 

 

444.650

10.000.000

97.000

 

 

410.980

10.433.178

105.855

 

 

92

104

109

2.

Peningkatan jumlah hasil peternakan :

d.    Sapi

e.    Kambing

f.     Itik

 

 

146

20

2.500

 

 

1.539

576

1.600

 

 

8

25

3.500

 

 

0,5

4

219

3.

Peningkatan jumlah hasil perikanan

28.811

26.382

19.789

75

4.

Meningkatnya kemampuan nelayan terhadap pemanfaatan sarana dan prasarana perikanan tangkap

 

205

 

161

 

107

 

67

5.

Tersedianya  lembaga penyedia benih  unggul (BBU,BBP,UPR, dll)

15

17

20

118

6.

Meningkatnya kawasan perikanan budidaya terhadap pemanfaatan sarana dan prasarana perikanan budidaya

 

14.092

 

23.832

 

13.932

 

59

7.

Meningkatnya akses dan kemampuan petani terhadap pemanfaatan teknologi produksi pertanian

 

301

 

600

 

379

 

63

8.

Tersedianya bibit unggul tanaman padi dan palawija serta bibit unggul tanaman di setiap sentra produksi pertanian

 

150

 

125

 

11

 

9

9.

Tersedianya bibit unggul ternak di setiap sentra produksi peternakan

126

1.000

50

5

10.

Meningkatnya produksi dan produktivitas hasil perikanan budidaya

e.   Volume produksi perikanan budidaya (ton)

f.   Produktivitas budidaya air tawar (ton/ha/th)

g.   Produktivitas budidaya air payau (ton/ha/th)

h.   Produktivitas budidaya laut (ton/ha/th)

 

 

 

18.535

 

0,47

 

0,68

 

11,27

 

 

 

16.131

 

0,63

 

0,66

 

9

 

 

 

9.919

 

0,47

 

0,38

 

1,2

 

 

 

62

 

75

 

58

 

13

11.

Meningkatnya produktivitas perikanan tangkap dan kesejahteraan nelayan

c.   Jumlah produksi perikanan tangkap (ton)

d.  Jumlah pendapatan kotor nelayan (Rp 000/nelayan/th)

 

 

10.275

 

100.504

 

 

 

10.251

 

72.553

 

 

9.869

 

99.727

 

 

96

 

138

12.

Meningkatnya produksi peternakan per tahun

c.   Produksi daging (ton/th)

d.  Produksi telur (ton/th)

 

 

5

3

 

 

10

5

 

 

10

5

 

 

100

100

13.

Jumlah kelompok usaha mikro di kawasan pesisir yang bankable

15

20

20

100

 

Capaian Kinerja Rata-rata

73

 

Berdasarkanskala ordinal,tingkat capaian kinerja sasaran 1 sebesar 73%, dikategorikan berhasil. Sasaran tersebut diukurdengan 13 indikator kinerja dan pencapaiannya didukung 11 program melalui 17 kegiatan.

Pada tahun 2013 hasil peternakan sapi mengalami penurunan disebabkan pengadaan ternak sapi tidak dilaksanakan karena pihak ketiga/penyedia pengadaan ternak sapi tidak dapat melaksanakan pekerjaan/wan prestasi.

Selain hasil peternakan sapi, hasil perikanan pun mengalami penurunan di tahun 2013, yaitu pada jumlah produksi keramba dan budidaya rumput laut. Hal ini disebabkan karena terjadinya kerusakan pada unit pemeliharaan keramba akibat musibah banjir pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Telake (Long Kali) dan DAS Kandilo (Petangis). Sedangkan penurunan jumlah produksi rumput laut disebabkan karen adanya gagal produksi/panen. Kegagalan terjadi sebagai akibat perubahan kondisi fisik perairan dengan tingkat kekeruhan yang cukup tinggi. Perubahan tersebut dipicu oleh adanya partikel-partikel/sedimen lumpur yang merusak ke perairan di Desa Selengot yang kemudian menyebabkan terjadinya pendangkalan. Permasalahan lain yang turut memberikan kontribusi terhadap terjadinya penurunan produksi rumput laut karena adanya serangan ikan baronang. Kondisi ini terjadi pada unit pengembangan budidaya rumput laut di desa Pondong Baru.

Untuk indikator kinerja keempat yaitu Meningkatnya Produktivitas Perikanan Tangkapdan Kesejahteraan Nelayandi tahun 2013 juga mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun 2012. Hal ini disebabkan masih belum maksimalnya kelompok nelayan dalam memanfaatkan sarana bantuan kapal perikanan yang mampu beroperasi di atas 3 mill serta masih perlunya peningkatan kualitas SDM nelayan, sehingga diperlukan waktu yang panjang untuk mendorong dan memberikan semangat kepada nelayan untuk dapat melaksanakan program tersebut. Selain itu pelaksanaan pengadaan sarana prasarana juga tidak dapat dilaksanakan karena tidak terpenuhinya syarat untuk pelaksanaan hibah barang kepada pihak ketiga.

Adapun salah satu indikator kinerja yang tidak mencapai target adalah Meningkatnya Kawasan Perikanan Budidaya terhadap Pemanfaatan Sarana dan Prasarana Perikanan Budidaya.Permasalahan utama dari tidak tercapainya target kegiatan tersebut adalah karena lokasi kegiatan berada dalam status kawasan cagar alam.

Indikator yang mencapai target sebesar 100% di antaranya Jumlah Kelompok Usaha Mikro di Kawasan Pesisir yang Bankable. Pada tahun2013 dapat dicapai target sebanyak 20 kelompok dan mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan realisasi di tahun 2012 yang hanya berjumlah 15 kelompok. Perkembangan jumlah kelompok menunjukkan bahwa tingginya minat dan keinginan masyarakat pesisir untuk berkelompok. Pembinaan kelompok ekonomi masyarakat pesisir bertujuan untuk mendukung percepatan pendirian SPDN yang akan membantu terpenuhinya kebutuhan bahan bakar minyak nelayan dan pembudidaya ikan. Akan tetapi secara fisik hal ini belum dapat diwujudkan karena masih harus memenuhi kriteria yang disyaratkan oleh pihak pertamina.

v  Sasaran 2 :     Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah

No

Indikator Kinerja

Realisasi 2012

Target 2013

Realisasi 2013

Capaian 2013 (%)

1.

Persentase UMKM tangguh dan UMKM mandiri

35%

50%

35%

70

2.

Persentase UKM yang menggunakan teknologi tepat guna

17%

30%

18%

60

3.

Peningkatan penyerapan tenaga kerja pada Usaha Kecil menengah dan Usaha Mikro (tenaga kerja)

11%

30%

13%

43

4.

Meningkatnya kemampuan pelaku Usaha Kecil Menengah dan Mikro dalam pengembangan hasil produk

23%

25%

24%

96

5.

Persentase peningkatan omset Usaha Mikro dan Kecil Menengah

-

100%

100%

100

 

Capaian Kinerja Rata-rata

74

 

Berdasarkanskala ordinal,tingkat capaian kinerja sasaran 2sebesar 74%, dikategorikan berhasil. Sasaran tersebut diukur dengan 5 indikator kinerja dan pencapaiannya didukung  dengan tiga program yaitu Program PerlindunganKonsumendanPengamananPerdagangan, Program PengembanganSitemPendukungUsahaBagiUsahaMikroKecilMenengah, serta Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil Menengah

Untuk mencapai target di tahun 2013, keempat programtersebut dilaksanakan melalui tujuh kegiatan, yaitu :

1.   Penyelenggaraan Promosi Produk UMKM

2.   Operasionalisasi dan Pengembangan UPT Kemetetrologian Daerah

3.   Peningkatan Pengawasan Peredaran Barang dan Jasa

4.   Monitoring dan Evaluasi

5.   Memfasilitasi Peningkatan Kemitraan Usaha bagi Usaha Mikro Kecil Menengah

6.   Penyelenggaraan Pelatihan Kewirausahaan

7.   Pelatihan Manajemen Pengelolaan Koperasi/KUD

Dari lima indikator tersebut, indikator kelima yaitu : Persentase peningkatan omset Usaha Mikro dan Kecil Menengahmemperoleh capaian tertinggi sebesar 100%, dimana dari 10 UMKM yang menjadi target sasaran semuanya mencapai realisasi dalam peningkatan omset dengan dilaksanakannya kegiatan promosi bagi pelaku UMKM. Sedangkan indikator dengan pencapaian terendah adalah indikator ke tigayaitu : Peningkatan penyerapan tenaga kerja pada Usaha Kecil menengah dan Usaha Mikro (tenaga kerja)hanya mencapai 43 prosen. Rendahnya pencapaian indikator tersebut dikarenakanrendahnya tingkat produktivitas UKM dan usaha mikro sehingga berimbas kepada tingkat kemampuan dalam hal pembayaran gaji karyawan. Selain itu secara rata-rata upah pada usaha tersebut umumnya  berada dibawah upah minimum sehingga pencari kerja kurang tertarik. Belum memadainya Kemampuan manajerial pemilik usaha , rendahnya tingkat penguasaan teknologi, terkendalanya mendapat permodalan juga merupakan faktor  penyebab rendahnya produktivitas dan daya saing UMK dan usaha micro. Mengingat peran penting UMK dan usaha micro dalam menopang perekonomian daerah, dan memiliki daya tampung yang besar dalam menyerap tenaga kerja maka langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh pemerintah daerah kabupaten paser ke depan adalah selain memberikan perhatian lebih serius dalam membantu permodalan, memberikan fasilitasi dan advokasi dalam mendorong UKM dan usaha micro kecil dalam memodernisasi usahanya, mendorong pemilik usaha dalam penguasaan teknologi dan kemampuan manajerial, selain itu perlunya peningkatan koordinasi dan sinergi lintas SKDP terkait dalam hal pembinaan dan monitoring, promosi dan penguatan jaringan pasar, melakukan kontrol produk asing, mendorong masyarakat untuk mencintai produk lokal. Dan juga tak kalah penting adalah peran strategis sistem pelayanan terpadu satu pintu untuk mempermudah pemberian ijin usaha, menimalisir praktek percaloan, dengan demikian  akan mendorong bagi pertumbuhan UKM dan usaha micro, mendorong daya saing dan produktivitas yang pada gilirannya akan berimbas tingginya penyerapan tenaga kerja pada bidang usaha UKM dan usaha micro kecil.

v  Sasaran 3 :     Pengembangan Industri Kecil

No

Indikator Kinerja

Realisasi 2012

Target 2013

Realisasi 2013

Capaian 2013 (%)

1.

Pertumbuhan industri

2,5%

100%

100%

100

2.

Peningkatan nilai ekspor

1.670.467.903,83

 

1.436.685.428,75

 

3.

Persentase Kerjasama IKM dengan Swasta

40%

20%

20%

100

4.

Pengembangan Sentra Inovasi/Industri Teknologi

10 IKM

10 IKM

10 IKM

100

5.

Persentase IKM yang memanfaatkan sumber daya alam

100%

20%

20%

100

6.

Persentase terbinanya kemampuan teknologi industri

10%

10%

10%

100

7.

Persentase tersedianya sarana prasarana klaster industri

20%

20%

20%

100

Capaian Kinerja Rata-rata

100

 

Berdasarkanskala ordinal,tingkat capaian kinerja sasaran 3sebesar 100%, dikategorikan sangatberhasil. Sasaran tersebut dicapai dengan empat program yaitu Program Peningkatan Kapasitas Iptek Sistem Produksi, Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah, Program Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri, dan Program Penataan Struktur Industri.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai target di tahun 2013 adalah sebagai berikut :

1.    Pengembangan Infrastruktur Kelembagaan Standarisasi

2.    Pengembangan Sistem Inovasi Teknologi Industri

3.    Fasilitasi bagi Industri Kecil dan Menengah terhadap Pemenfaatan Sumber Daya

4.    Pembinaan Industri Kecil dan Menengah dalam Memperkuat Jaringan Klaster Industri

5.    Fasilitasi Kerjasama Kemitraan Industri Mikro, Kecil dan Menengah dengan Swasta

6.    Pembinaan Kemampuan Teknologi Industri

7.    Penyediaan Sarana maupun Prasarana Klaster Industri

Indikator kinerja Persentase Kerjasama IKM dengan Swastapada tahun 2013 mengalami penurunan capaian bila dibandingkan dengan tahun 2012. Pada tahun 2012 diperoleh capaian sebesar 40% atau sebanyak 10 IKM yang menjalin kerjasama dengan pihak swasta, sementara di tahun 2013 hanya diperoleh capaian sebesar 20% atau 5 IKM.

Indikator kinerja Persentase IKM yang Memanfaatkan Sumber Daya Alam pada tahun 2013 mengalami penurunan capaian bila dibandingkan dengan tahun 2012. Pada tahun 2012 diperoleh capaian sebesar 100% atau 10 IKM yang memanfaatkan sumber daya alam sebagai bahan industri, sedangkan di tahun 2013 hanya diperoleh capaian sebesar 20% dengan realisasi tersedianya ahli batik warna alam sebanyak dua IKM/orang.

Untuk indikator Persentase Terbinanya Kemampuan Teknologi Industri yang dilaksanakan melalui Kegiatan Pembinaan Kemampuan Teknologi Industri, pada tahun 2013 hanya dilaksanakan di Kecamatan Muara Komam dari 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Paser, sehingga diperoleh capaian 100% dari target dan realisasi sebesar 10%. Sedangkan kegiatan Penyediaan Sarana maupun Prasarana Klaster Industri yang dilaksanakan untuk mencapai target indikator ketujuh atauPersentase Tersedianya Sarana Prasarana Klaster Industri, pada tahun 2013 hanya dilaksanakan di Kecamatan Tanah Grogot dan Long Kali, sehingga diperoleh realisasi sebesar 20%.

v  Sasaran 4 :     Peningkatan Peran Koperasi dan Peningkatan Keterampilan Masyarakat

No

Indikator Kinerja

Realisasi 2012

Target 2013

Realisasi 2013

Capaian 2013 (%)

1.

Persentase Koperasi yang mendapatkan penilaian baik

75%

100%

40%

40

2.

Persentase peningkatan koperasi yang SHU-nya meningkat

40%

90%

41%

46

3.

Meningkatnya jumlah koperasi aktif untuk pengembangan usaha kecil mikro disetiap kecamatan

59%

80%

66%

83

4.

Berkembangnya jenis dan skala usaha koperasi

16%

100%

17%

17

5.

Meningkatnya keterampilan aparatur koperasi

100%

100%

94%

94

6.

Persentase koperasi aktif

38%

100%

62%

62

Capaian Kinerja Rata-rata

57

 

Berdasarkanskala ordinal,tingkat capaian kinerja sasaran 4sebesar 57%, dikategorikan cukupberhasil. Sasaran tersebut dicapai dengan tiga program yaitu Program Peningkatan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif UMKM, Program PeningkatanEfisiensiPerdaganganDalamNegeri, dan ProgramPeningkatanKualitasKelembagaanKoperasi.

Untuk mencapai target di tahun 2013, ketiga programtersebut dilaksanakan melalui enam kegiatan, yaitu :

1.    Pelatihan Manajemen Pengelolaan Koperasi/UKM

2.    Fasilitasi Kemudahan Perizinan Pengembangan Usaha

3.    Pengembangan Pasar dan Distribusi Barang Produk

4.    Peningkatan Sistem dan Jaringan Informasi Perdagangan

5.    Pengembangan Kelembagaan Kemitraan

6.    Pembinaan, Pengawasan dan Penghargaan Koperasi Berprestasi

Indikator kinerja Persentase Koperasi yang Mendapatkan Penilaian Baikpada tahun 2013 mengalami penurunan capaian bila dibandingkan dengan tahun 2012. Dari target tahunan sebanyak 100 koperasi, di tahun 2012 diperoleh realisasi sebanyak 75 koperasi, sementara di tahun 2013 menurun hanya menjadi 40 koperasi.

Indikator kinerja Meningkatnya Keterampilan Aparatur Koperasipada tahun 2013 dilaksanakan melalui Kegiatan Pelatihan Manajemen Pengelolaan Koperasi/UKM dan memperoleh capaian sebesar 94% atau 170 orang dari target sebanyak 180 orang. Sementara di tahun 2012 indikator tersebut memperoleh capaian sebesar 100% dari target sebanyak 25 orang.

Dari enam indikator yang digunakan untuk mengukur pencapaian sasaran tersebut, adalah indikator ke enam yaitu : Meningkatnya keterampilan aparatur koperasi dengan capaian 94%, sedang indikator dengan capai terendah adalah  indikator kesatu yaitu : Persentase Koperasi yang mendapatkan penilaian baik,  selain itu indikator kedua yaitu : Persentase peningkatan koperasi yang SHU-nya meningkat  terbilang rendah dengan capaian 46%.

Penyebab rendahnya capaian kedua indikator tersebut disebabkan masih banyaknya koperasi dalam memenej usahanya belum secara profesional. Tingkat kompentensi pengurusnya yang masih rendah, belum memadainya ketrampilah, keahlian serta wawasan, yang menyebabkan pengurus/pengelola kurang rensponsif, kurang fleksibel dalam membaca kesempatan dan peluang yang ada. Persoalan lain keterbatasan dana untuk merekrut/menggaji orang yang memiliki kualifikasi profesional. Adanya keengganan untuk  mengambil pekerjaan ini, karena faktor imbalannya yang kecil dengan tanggungjawab yang besar.

Masih rendahnya peningkatan SHU koperasi disebabkan modal usaha koperasi masih bertumpu kepada iuran anggota, masih minimnya bantuan permodalan, cukup tingginya anggota yang keluar dari keanggotaan. Keengganan untuk  meminjam karena tingginya bunga pinjaman yang berimbas kepada kemampuan mengangsur.

Adapun langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam mendokrak kedua capaian indikator tersebut antara lain peningkatan komitmen dalam pemberian modal usaha koperasi, melakukan pembinaan berupa pemberian pelatihan kepada pengelola koperasi , mendorong perubahan paradigma pola fikir dan budaya kerja, bahwa koperasi adalah badan usaha non profit dan nirlaba, lebih kepada azaz manfaat ketimbang keuntungan. Ikut mendorong pemilihan dan pembentukan pengelola koperasi yang terdiri dari orang-orang memiliki kapasitas dan kapabelitas melalui pemilihan yang demokratis, objektif dan transparant. Mendorong koperasi dalam hal penggunaan teknologi informasi dan komunikasi serta dan menimalisir pengelola koperasi yang gagap teknologi dan secara bertahap mendorong setiap koperasi untuk memiliki ukuran kinerja sehingga seluruh rangkaian aktifitas koperasi memiliki ukuran dan target-target kinerja jelas.

v  Sasaran 5 :     Terpenuhinya Pelayanan Kesehatan yang Bermutu

No

Indikator Kinerja

Realisasi 2012

Target 2013

Realisasi 2013

Capaian 2013 (%)

1.

Menurunnya Angka Kematian Ibu (AKI)

258,5/100.000 lahir hidup

118/100.000 lahir hidup

251,6/100.000 lahir hidup

-13

2.

Menurunnya Angka Kematian Bayi (AKB)

16,2/1000 lahir hidup

24/1000 lahir hidup

1,5/1000 lahir hidup

194

3.

MenurunnyaAngkaKematianBalita (AKABA)

0,03/1000 lahir hidup

30/1000 lahir hidup

0,8/1000 lahir hidup

197

4.

CakupanBalitaGiziBuruk yang mendapatperawatan

100%

100%

100%

100

5.

CakupanDesa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI)

51%

100%

61%

61

6.

Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit TBC BTA

28%

88%

45%

 

51

7.

Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit DBD

100%

100%

100%

100

8.

Cakupan kunjungan bayi

65%

90%

75%

83

9.

Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani

69%

80%

47%

59

10.

Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan (PN)

83%

90%

83%

92

Capaian Kinerja Rata-rata

92

 

Berdasarkanskala ordinal,tingkat capaian kinerja sasaran 5sebesar 92%, dikategorikan sangatberhasil. Sasaran tersebut dicapai dengan limaprogram melalui 40 kegiatan. Adapun kelima program tersebut adalah sebagai berikut :

1)   Program obat dan perbekalan kesehatan

2)   Program upaya kesehatan masyarakat

3)   Program perbaikan gizi masyarakat

4)   Program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular

5)   Program pengadaan, peningkatandanperbaikansaranadanprasaranapuskesmas/pusbandanjaringannya

Indikator kinerja Cakupan Komplikasi Kebidanan yang Ditanganipada tahun 2013 mengalami penurunan capaian bila dibandingkan dengan tahun 2012. Dari data yang diperoleh pada tahun 2012 jumlah kompilikasi kebidananan yang mendapat penanganan definitif di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu sebanyak 756 per jumlah ibu dengan komplikasi kebidanan di satu wilayah kerja pada kurun waktu yang sama sebanyak 1.092, sehingga diperoleh realisasi sebesar 69%. Sedangkan untuk tahun 2013, diperoleh data jumlah kompilikasi kebidananan yang mendapat penanganan definitif di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu sebanyak 597 per jumlah ibu dengan komplikasi kebidanan di satu wilayah kerja pada kurun waktu yang sama sebanyak 1.267, sehingga diperoleh realisasi sebesar 47%.

Sedangkan Indikator kinerja Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan (PN)pada tahun 2012 dan 2013 memperoleh realisasi yang sama, yaitu sebesar 83%. Dari data tahun 2012 jumlah ibu bersalin yang ditolong oleh tenaga kesehatan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu adalah 4.523 orang per jumlah seluruh sasaran ibu bersalin di satu wilayah kerja dalam kurun waktu yang sama sebanyak 5.459 orang. Sedangkan di tahun 2013, jumlah ibu bersalin yang ditolong oleh tenaga kesehatan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu adalah 5.044 orang per jumlah seluruh sasaran ibu bersalin di satu wilayah kerja dalam kurun waktu yang sama sebanyak 6.046 orang.

Indikator kinerja CakupanDesa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI)pada tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar 10%menjadi 61% dibandingkan dengan tahun 2012 yang hanya 51%. Pada tahun 2012, jumlah desa/kelurahan UCI adalah 74 per jumlah seluruh desa/kelurahan sebanyak 144. Sedangkan pada tahun 2013, jumlah desa/kelurahan UCI adalah 85 per jumlah seluruh desa/kelurahan sebanyak 139.

Indikator kinerja Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit TBC BTApada tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar 17%menjadi 45% dibandingkan dengan tahun 2012 yang hanya 28%. Pada tahun 2012, jumlah penderita baru TBC BTA (+) yang ditemukan dan diobati di satu wilayah kerja selama 1 tahun adalah 122 per jumlah perkiraan penderita baru TBC BTA (+) dalam kurun waktu yang sama sebanyak 431. Sedangkan pada tahun 2013, jumlah penderita baru TBC BTA (+) yang ditemukan dan diobati di satu wilayah kerja selama 1 tahun adalah 195 per jumlah perkiraan penderita baru TBC BTA (+) dalam kurun waktu yang sama sebanyak 430.

v  Sasaran 6 :     Meningkatnya Pelayanan Pendidikan Dasar yang Bermutu dan Merata

No

Indikator Kinerja

Realisasi 2012

Target 2013

Realisasi 2013

Capaian 2013 (%)

1.

Rasio Guru terhadap Murid SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK

13%

24%

8%

33

2.

Persentase kelulusan SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK

94%

100%

93%

93

3.

APK Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

33%

100%

73%

73

4.

Penduduk yang berusia >15 tahun melek huruf (tidak buta aksara)

98%

100%

85%

85

5.

Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI/Paket A

98%

100%

91%

91

6.

Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs/Paket B

68%

100%

75%

75

7.

Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/SMK/MA/Paket C

48%

100%

62%

62

8.

Angka Putus Sekolah (APS) SD/MI

0,27%

100%

0,09%

200

9.

Angka Putus Sekolah (APS) SMP/MTs

0,37%

100%

0,30%

200

10.

Angka Putus Sekolah (APS) SMA/SMK/MA

1,26%

100%

1,43%

199

11.

Angka Kelulusan (AL) SD/MI

100%

100%

97%

97

12.

Angka Kelulusan (AL) SMP/MTs

97%

100%

117%

117

13.

Angka Kelulusan (AL) SMA/SMK/MA

88%

100%

84%

84

14.

Angka Melanjutkan (AM) dari SD/MI ke SMP/MTs

88%

100%

106%

106

15.

Angka Melanjutkan (AM) dari SMP/MTs ke SMA/MA/SMK

168%

100%

171%

171

16.

Guru yang memenuhi kualifikasi S1/D-IV

62%

100%

65%

65

Capaian Kinerja Rata-rata

109

 

Berdasarkanskala ordinal,tingkat capaian kinerja sasaran 6sebesar 109%, dikategorikan sangatberhasil. Sasaran tersebut dicapai dengan lima program melalui 30 kegiatan. Adapun kelima program tersebut adalah sebagai berikut :

1)   Program pendidikananakusiadini

2)   Program pendidikanmenengah

3)   Program pendidikan non formal

4)   Program peningkatanmutupendidikdantenagapendidikan

5)   Program manajemenpelayananpendidikan

Indikator kinerja yang realisasinya mengalami penurunan yang cukup signifikan di tahun 2013 bila dibandingkan dengan tahun 2012 yaitu :

1)   Rasio guru terhadap murid SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA

2)   Penduduk yang berusia >15 tahun melek huruf (tidak buta aksara)

Indikator kinerja Penduduk yang berusia >15 tahun melek huruf (tidak buta aksara)pada tahun 2013 mengalami penurunan sebesar 13%menjadi 85% dibandingkan dengan tahun 2012 yang mencapai 98%. Pada tahun 2012, jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yg dapat baca tulis adalah 23.334 orang per 23.817 orang penduduk usia 15 tahun ke atas. Sedangkan di tahun 2013, jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yg dapat baca tulis adalah 8.159 orang per 9.556 orang penduduk usia 15 tahun ke atas.

Indikator kinerja yang realisasinya mengalami kenaikan yang cukup signifikan di tahun 2013 bila dibandingkan dengan tahun 2012 di antaranya :

1)   APK Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

2)   Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/SMK/MA/Paket C

Indikator kinerja APK Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada tahun 2013 mengalami kenaikan sebesar 40% menjadi 73% dibandingkan dengan tahun 2012 yang hanya mencapai 33%. Pada tahun 2012, jumlah siswa pada jenjang TK/RA/penitipan anakberjumlah 4.964 anak per 14.848 jumlah anak usia 4-6 tahun. Sedangkan di tahun 2013, jumlah siswa pada jenjang TK/RA/penitipan anakberjumlah 8.159 anak per 11.187 jumlah anak usia 4-6 tahun.

Sedangkan indikator Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/SMK/MA/Paket Cpada tahun 2013 mengalami kenaikan sebesar 14% menjadi 62% dibandingkan dengan tahun 2012 yang hanya mencapai 48%. Pada tahun 2012, jumlah siswa usia 16-18 tahun di jenjang SMA/SMK/MA/Paket C adalah 5.682 orang per jumlah penduduk kelompok usia 16-18 tahun sebanyak 11.834 orang. Sedangkan di tahun 2013 jumlah siswa usia 16-18 tahun di jenjang SMA/SMK/MA/Paket C adalah 6.387 orang per jumlah penduduk kelompok usia 16-18 tahun sebanyak 10.245 orang.

v  Sasaran 7 : Tersedianya Pusat-pusat Latihan Keterampilan

No

Indikator Kinerja

Realisasi 2012

Target 2013

Realisasi 2013

Capaian 2013 (%)

1.

Jumlah pusat-pusat latihan keterampilan yang tersedia

1

1

1

100

Capaian Kinerja Rata-rata

100

 

Berdasarkanskala ordinal,tingkat capaian kinerja sasaran 7sebesar 100%, dikategorikan sangatberhasil. Sasaran tersebut dicapai dengan satu program yaitu Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja melalui empat kegiatan sebagai berikut :

1)   Kegiatan Penyusunan Data Base Tenaga Kerja Daerah

2)   Kegiatan Pembangunan Balai Latihan Kerja

3)   Kegiatan Pendidikan dan Latihan Keterampilan bagi Pencari Kerja

4)   Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Sarana dan Prasarana BLK

v  Sasaran 8 :     Terbangunnya Sistem Perlindungan Sosial

No

Indikator Kinerja

Realisasi 2012

Target 2013

Realisasi 2013

Capaian 2013 (%)

1.

Persentase kepemilikan KTP

135%

100%

71%

71

2.

Kepemilikan Akta Kelahiran per 1000 penduduk

29%

100%

34%

34

3.

Persentase penurunan kawasan kumuh

 

10%

12,34%

77

4.

Persentase Rumah Tangga bersanitasi

41,6%

100%

90,6%

91

5.

Persentase Rumah Tangga pengguna Air Bersih

19%

100%

21%

21

6.

Persentase Rumah Layak Huni

 

100%

94%

94

7.

PMKS yang memperoleh bantuan sosial

5%

100%

75%

75

8.

Sarana sosial seperti Panti Asuhan, Panti Jompo dan Panti Rehabilitasi

16

21

21

100

9.

Jumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS)

154

159

153

96

10.

Jumlah sarana dan prasarana pemakaman

9

6

6

100

11.

Jumlah kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan yang terjadi

14

20

17

115

Capaian Kinerja Rata-rata

80

 

Berdasarkanskala ordinal,tingkat capaian kinerja sasaran 8sebesar 80%, dikategorikan berhasil. Sasaran tersebut dicapai dengan tiga belas program yang didukung tiga puluhkegiatan.Adapun tiga belas program yang dimaksud adalah sebagai berikut :

1)   Program pengembangankinerjapengelolaanpersampahan

2)   Program pengembanganperumahan

3)   Program lingkungansehatperumahan

4)   Program pengelolaan areal pemakaman

5)   Program Pemberdayaan Fasilitas Perumahan

6)   Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa an Jaringan Pengairan Lainnya

7)   Program Penataan Administrasi Kependudukan

8)   Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya

9)   Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial

10)  Program Pembinaan Panti Asuhan/Panti Jompo

11) Program Pembinaan Eks Penyandang Penyakit Sosial (Eks Narapidana, PSK, narkoba, dan Penyakit Sosial Lainnya)

12) Program Peningkatanperansertadankesetaraan gender dalam Pembangunan

13) Program penguatankelembagaanpengarusutamaan gender dananak

Untuk indikator kinerja Persentase Kepemilikan KTPpada tahun 2013 mengalami penurunan sebesar 64% menjadi 71% bila dibandingkan dengan realisasi di tahun 2012 yang mencapai 135%. Dari data yang diperoleh, jumlah penduduk yang memiliki KTP di tahun 2012 adalah 209.556 orang per jumlah penduduk wajib KTP (>17 dan atau pernah/sudah menikah) pada tahun tersebut berjumlah 154.723 orang. Sedangkan pada tahun 2013 jumlah penduduk yang memiliki KTP adalah 147.224 orang per jumlah penduduk wajib KTP (>17 dan atau pernah/sudah menikah) pada tahun tersebut berjumlah 208.443 orang.

Untuk indikator kinerja Kepemilikan Akta Kelahiran per 1000 Pendudukpada tahun 2013 mengalami kenaikan sebesar 5% menjadi 34% bila dibandingkan dengan realisasi di tahun 2012 yang hanya mencapai 29%. Dari data yang diperoleh, jumlah penduduk yang memiliki akta kelahiran di tahun 2012 adalah 84.215 orang per jumlah seluruh penduduk 295.023 orang. Sedangkan pada tahun 2013 jumlah penduduk yang memiliki akta kelahiran adalah 10.134 orang per jumlah seluruh penduduk 208.443 orang

Indikator yang mencapai kenaikan sangat signifikan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya adalah PMKS yang Memperoleh Bantuan Sosial. Pada tahun 2012 jumlah PMKS yang diberikan bantuan sebanyak 1.773 orang per jumlah PMKS yang seharusnya menerima bantuan sebanyak 33.384 orang. Sedangkan di tahun 2013 jumlah PMKS yang diberikan bantuan sebanyak 16.223 orang orang per jumlah PMKS yang seharusnya menerima bantuan sebanyak 21.592 orang

v  Sasaran 9 : Meningkatnya Kesejahteraan Keluarga

No

Indikator Kinerja

Realisasi 2012

Target 2013

Realisasi 2013

Capaian 2013 (%)

1.

Prevalensi peserta KB aktif

6,5%

100%

70%

70

2.

Rasio petugas lapangan KB/penyuluh KB (PLKB/PKB) di setiap desa/kelurahan (LPPD)

-

1 : 2

1 : 36

6

3.

Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I

29.001

14.301

38.067

266

4.

PKK aktif (LPPD)

100%

100%

100%

100

5.

Posyandu aktif (LPPD)

100%

100%

100%

100

Capaian Kinerja Rata-rata

108

 

Berdasarkanskala ordinal,tingkat capaian kinerja sasaran 9sebesar 108%, dikategorikan sangatberhasil. Sasaran tersebut dicapai dengan lima program melalui sepuluh kegiatan. Adapun lima program dimaksud adalah sebagai berikut :

1)   Program KeluargaBerencana (KB)

2)   Program Promosi Kesehatan Ibu, Bayi dan Anak melalui Kelompok Kegiatan di Masyarakat

3)   Program Pengembangan Bahan Informasi tentang Pengasuhan dan Pembinaan Tumbuh Kembang Anak

4)   Program Penyiapan Tenaga Pendamping Kelompok Bina Keluarga

5)   Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender dalam Pembangunan

Untuk indikator kinerja Prevalensi Peserta KB Aktifpada tahun 2013 mengalami mengalami kenaikan sangat signifikan sebesar 63,5% menjadi 70% bila dibandingkan dengan realisasi di tahun 2012 yang hanya mencapai 6,5%. Dari data yang diperoleh, jumlah peserta program KB aktif di tahun 2012 adalah 28.141 orang per jumlah Pasangan Usia Subur pada tahun tersebut berjumlah 435.528 orang. Sedangkan pada tahun 2013 jumlah peserta program KB aktif adalah 32.018 orang per jumlah Pasangan Usia Subur pada tahun tersebut berjumlah 45.869 orang.

Untuk indikator Rasio petugas lapangan KB/penyuluh KB (PLKB/PKB) di setiap desa/kelurahanmasih sangat jauh dari target capaian, dimana target PLKB/PKB adalah 1 orang untuk 2 desa atau rasio 1 : 2, sedangkan realisasi yang dicapai pada tahun 2013 untuk 1 orang PLKB/PKB masih menangani ± 36 desa atau rasio 1 : 36.

Indikator PKK Aktif mencapai taget capaian sebesar 100%, dimana jumlah PKK aktif pada tahun 2012 dan 2013 berjumlah 10, sebanding dengan jumlah PKK keseluruhan yang ada di Kabupaten Paser. Indikator lain yang mencapai target sebesar 100% adalah Posyandu aktif. Dimana jumlah posyandu aktif di tahun 2013 sebanding dengan jumlah posyandu keseluruhan yaitu 287 posyandu.

v  Sasaran 10 : Tertanamnya Nilai-nilai Budaya Yang Sanggup Mengantarkan Setiap Warga Masyarakat Kabupaten Paser Memasuki Dunia Modern dan Era Globalisasi

No

Indikator Kinerja

Realisasi 2012

Target 2013

Realisasi 2013

Capaian 2013

1.

Penurunan angka gangguan keamanan dan ketertiban

81,82%

100%

114,41%

86

2.

Pengadaan, pembinaan pelaksanaan Cadum Linmas

1.648

2.028

2.028

100

3.

Rasio aparat trantib terhadap jumlah penduduk

0,05%

100%

0,05%

0,05

4.

Jumlah fasilitas Seni dan Budaya

1

2

3

150

5.

Penyelenggaraan Festival Seni dan Budaya

3

2

2

100

6.

Benda, Situs dan Kawasan Cagar Budaya yang dilestarikan

4

4

4

100

Capaian Kinerja Rata-rata

89

 

Berdasarkanskala ordinal,tingkat capaian kinerja sasaran 10sebesar 89%, dikategorikan sangatberhasil. Sasaran tersebut dicapai dengan lima program sebagai berikut :

1)   Program PeningkatanKeamanandanKenyamananLingkungan (FKDM)

2)   Program PemeliharaanKantrantribnasDanPencegahanTindakKriminal

3)   Program Pengembangan Destinasi Pariwisata

4)   Program PengelolaanKeragamanBudaya

5)   Program KekayaanBudaya

Untuk mencapai sasaran, kelima program tersebut didukung oleh sembilan kegiatan yaitu :

1)   Pendidikan dan Pemberkasan Tindak Pidana Pelanggaran Perda

2)   Pengawasan dan Penegakan Peraturan Daerah

3)   Pengamanan Pemilu

4)   Pengamanan Perayaan Hari-hari Besar Nasional/Daerah/Keagamaan dan Obyek Wisata

5)   Penertiban PKL (Pedagang Kaki Lima)

6)   Pengembangan Daerah Tujuan Wisata

7)   Pengembangan Kesenian dan Kebudayaan Daerah

8)   Pengelolaan dan Pengembangan, Pelestarian, Peninggalan Sejarah Purbakala dan Peninggalan Bawah Air

9)   Pendukungan Pengelolaan Museum dan Taman Budaya di Daerah

Untuk indikator kinerja Penurunan angka gangguan keamanan dan ketertibanpada tahun 2013mengalami peningkatan sebesar 32,59% menjadi 114,41% bila dibandingkan dengan realisasi di tahun 2012 yang hanya mencapai 81,82%.

Indikator Jumlah Fasilitas Seni dan Budaya juga mencapai kenaikan yang cukup signifikan di tahun 2013, dimana Kabupaten Paser sudah memiliki fasilitas seni dan budaya sebanyak 3 buah, sementara di tahun 2012 baru berjumlah 1.

v  Sasaran 11 :Terjaganya Kawasan Konservasi sehingga Kawasan tersebut dapat berperan dan berfungsi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat

No

Indikator Kinerja

Realisasi 2012

Target 2013

Realisasi 2013

Capaian 2013 (%)

1.

Penurunan jumlah kasus pencemaran lingkungan

8

4

5

75

2.

Pemenuhan baku mutu air sungai, limbah industri, limbah rumah sakit

 

16

 

18

 

18

 

100

3.

Pemenuhan baku mutu udara lokasi padat Lalu Lintas, Cerebong Industri

 

7

 

8

 

8

 

100

4.

Persentase perusahaan yang memiliki Dokumen AMDAL

2

5

4

80

5.

Persentase perusahaan yang menggunakan IPAL

20

20

18

90

6.

Ruang Terbuka Hijau per satuan luas wilayah ber HPL/HGB

0,08%

100%

0,04%

0,04

Capaian Kinerja Rata-rata

74

 

Berdasarkanskala ordinal,tingkat capaian kinerja sasaran 11sebesar 74%, dikategorikan berhasil. Sasaran tersebut dicapai dengan tiga program yang didukung sebelaskegiatan.Adapun ketujuh program tersebut adalah sebagai berikut :

1)   Program pengendalianpencemarandanperusakanlingkunganhidup

2)   Program PerlindungandanKonservasiSumberDayaHutan

3)   Program pengelolaanRuang Terbuka Hijau (RTH)

Untuk indikator kinerja Ruang Terbuka Hijau per satuan luas wilayah ber HPL/HGBpada tahun 2012 diperoleh data luas ruang terbuka hijau sebesar 7.008,45 m2 atau sebesar 0,08% dari luas wilayah ber HPL/HGB sebesar 93.969.770 m2. Sedangkan pada tahun 2013, diperoleh data luas ruang terbuka hijau sebesar 40.916 m2 atau 0,04% dari total luas wilayah ber HPL/HGB sebesar 93.969.770 m2.

v  Sasaran 12 : Meningkatkan Peran Ekonomi Kerakyatan

No

Indikator Kinerja

Realisasi 2012

Target 2013

Realisasi 2013

Capaian 2013 (%)

1.

Persentase pemberian Pupuk Bersubsidi kepada Petani

174%

100%

97%

97

2.

Jumlah pedagang yang tertampung di pasar

3.400

3.835

3.942

103

Capaian Kinerja Rata-rata

100

 

Berdasarkanskala ordinal,tingkat capaian kinerja sasaran 12sebesar 100%, dikategorikan sangatberhasil. Sasaran tersebut dicapai dengan tiga program yaitu Program Peningkatan Ketahanan Pangan (Pertanian/Perkebunan), Program PembinaanPedagang Kaki Lima danAsongan, serta Program PenyediaanFasilitasPasar.

Untuk mencapai sasaran, ketiga program tersebut dilaksanakan melalui kegiatan :

1.   Pemberian Subsidi Pengadaan Pupuk dan Pestisida

2.   Penyediaan dan Pemeliharaan Peralatan Pasar

3.   Operasionalisasi dan Pengembangan Pasar (UPTD Kandilo Plaza)

4.   Operasionalisasi dan Pengembangan Pasar (UPTD Pasar Senaken)

5.   Penataan Tempat Berusaha bagi Pedagang Kaki Lima dan Asongan

Indikator kinerja Persentase Pemberian Pupuk Bersubsidi kepada Petanipada tahun 2012 mencapai realisasi sebesar 174% atau 13.363,9 ton dari target 7.695 ton. Sedangkan di tahun 2013, pupuk bersubsidi yang dibagikan kepada petani atau masyarakat tepat sasaran berjumlah 11.120,55 ton atau 97% dari total target sebanyak 11.414 ton.

Untuk indikator kinerja kedua yaitu jumlah pedagang yang tertampung di pasar, pada tahun 2013 ini mengalami peningkatan sebanyak 542 pedagang menjadi 3.942 pedagang bila dibandingkan dengan tahun 2012 yang hanya mencapai 3.400 pedagang. Indikator ini dicapai melalui Kegiatan Penataan Tempat Berusaha bagi Pedagang Kaki Lima dan Asongan di tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Paser.

v  Sasaran 13  : Terbukanya Wilayah yang Terbelakang, Terpencil dan Daerah Pedalaman dan Berkurangnya Kesenjangan Pembangunan Antar Kawasan (Pedalaman dan Pantai)

No

Indikator Kinerja

Realisasi 2012

Target 2013

Realisasi 2013

Capaian 2013 (%)

1.

Meningkatnya persentase jalan desa dengan kondisi baik

100%

100%

100%

100

2.

Meningkatnya persentase jembatan kondisi baik dan sedang

 

100%

 

100%

 

100%

 

100

3.

Persentase bertambahnya jaringan jalan yang mampu melayani hingga ke wilayah perdesaan

 

100%

 

100%

 

100%

 

100

4.

Bertambahnya jangkauan jaringan pelayanan hingga ke wilayah perdesaan (pengembangan TIK di perdesaan)

 

-

 

8

 

4

 

50

5.

Meningkatnya kinerja angkutan umum (awak dan non awak)

609.322

850.000

889.416

105

6.

Berkembangnya angkutan perdesaan

119

119

119

100

Capaian Kinerja Rata-rata

93

 

Berdasarkanskala ordinal,tingkat capaian kinerja sasaran 13sebesar 93%, dikategorikan sangatberhasil. Sasaran tersebut dicapai dengan tiga program yaitu Program Pembangunan Jalan dan Jembatan, Program Peningkatan Pelayanan AngkutansertaProgram PengembanganInfrastrukturPedesaanyang didukung delapankegiatan.

Di antara keenam indikator kinerja yang mendukung pencapaian sasaran 13, terdapat empat indikator yang mencapai target sebesar 100%, salah satunya yaituMeningkatnya Persentase Jalan Desa dengan Kondisi Baik. Hal ini bisa dilihat dari data yang diperoleh, dimana jumlah jembatan dalam kondisi baik berjumlah 21, sama halnya dengan jumlah keseluruhan jembatan yang ada di Kabupaten Paser.

Indikator lain yang juga memperoleh capaian sebesar 100% adalah Berkembangnya Angkutan Perdesaan. Dari target sebanyak 119 jumlah angkutan darat perdesaan yang baru ternyata di tahun 2013 mencapai realisasi dengan jumlah yang sama pula.

Untuk indikator Meningkatnya Kinerja Angkutan Umum (Awak dan Non Awak) memperoleh capaian sebesar 105% dari target sebesar 850.000 di tahun 2013. Indikator ini mengalami kenaikan sebesar 280.094 menjadi 889.416 di tahun 2013, bila dibandingkan dengan realisasi di tahun 2012 yang hanya mencapai 609.322.

c. Analisis Capaian Keuangan

 

Adapun satu-satunya indikator yang tidak mencapai target yaitu Bertambahnya jangkauan jaringan pelayanan hingga ke wilayah perdesaan (pengembangan TIK di perdesaan). Pada tahun 2013 jumlah jangkauan jaringan pelayanan yang masuk hingga ke perdesaan ditargetkan sebanyak 8 jaringan, akan tetapi sampai di akhir tahun hanya bisa diperoleh realisasi sebanyak 4 jaringan atau 50% capaian dari target yang sudah ditetapkan.

 

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Murni Kabupaten Paser tahun anggaran 2013 adalah sebesar Rp 2.221.900.569.256, dalam perkembangan mengalami peningkatan dengan adanya anggaran perubahan (ABT) sebesar Rp  438.427.782.439 sehingga total keseluruhan ABPD 2013 menjadi Rp. 2.660.328.351.695,- Jika dibandingkan dengan anggaran Pendapatan Belanja Daerah tahun anggaran 2012  terjadi peningkatan sebesar Rp 889.254.245.770 atau sebesar 40 prosen.  Perkembangan anggaran belanja daerah Kabupaten Paser tahun  2010 s/d 2013 secara lengkap dapat  terlihat pada  gambar dibawah ini :

 

Tabel 17

Perkembangan APBD Kabupaten Paser

Tahun 2010 s/d 2013

 

 

 

 

 

 

 

Jika membandingkan  penyerapan Anggaran Belanja Daerah Kabupaten Paser antara kurun waktu 2010 s/d 2013 terjadi fluktuatif. Namun demikian masih diatas rata-rata kisaran 80 prosen.  penyerapan anggaran tahun 2013 mengalami peningkatan dibanding tahun 2012 namun masih dibawah tahun 2010. Pada tahun 2010 penyerapan APBD sebesar 89,16%, pada tahun 2011 penyerapan APBD sebesar 84,67% pada tahun 2012 penyerapan APBD sebesar  82,95% sedangkan pada tahun 2013 penyerapan APBD sebesar 86,19%, sebagaimana  digambarkan pada tabel berikut :

Tabel 18 :

Penyerapan APBD Kab. Paser Tahun 2013

 

 

 

Penyerapan anggaran daerah dalam kurun tahun anggaran 2010 s/d 2013 bersifat fluktuatif namun demikian masih diatas kisaran delapan puluh prosen. jika dilihat atau didasarkan  pada anggaran yang setiap tahunnya terus bertambah nominalnya maka penyerapan anggaran mengalami peningkatan jumlah. Penyerapan anggaran yang bisa dikatakan masih cukup baik karena telah berfungsinya  ULP, sehingga proses pelelangan berjalan cukup lancar, mengingat belanja barang dan jasa memiliki porsi cukup besar dibanding total APBD. Pemerintah Kabupaten Paser juga mendiklatkan pejabat yang terlibat baik dalam perencanaan maupun pengganggaran termasuk diklat untuk kebutuhan sertifikasi panitia lelang secara berkala. Selain itu sejak tahun 2008 Pemerintah Kabupaten Paser telah menerapkan SIMDA Keuangan. Terkait kinerja Opini keuangan Pemerintah Kabupaten Paser telah mendapat predikat “WDP” pada tahun 2012.

Rasio anggaran belanja Pegawai Pemerintah Kabupaten Paser masih cukup proporsional, yakni masih belum melebihi limapuluh prosen dari total APBD. Adapun perkembangan anggaran belanja pegawai dalam kurun waktu 2010 sampai dengan 2013 secara jelas tergambar dalam tabel sebagai berikut :

Tabel 19 :

Belanja Pegawai Tahun 2010 s/d 2013

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Fri, 28 Mar 2014 @22:03

Copyright © 2018 Jimi paser · All Rights Reserved